Beberapa keanehan penikmat bid'ah:
1. Mengaku Ahlus Sunnah, namun hakikatnya jauh dari sunnah, bahkan mencela sunnah.
2. Mengaku bermadzhab Syafi'i, namun anehnya Imam Syafi'i rahimahullah tidak pernah mengajarkan amalan bid'ah mereka, berarti bermadzhab kyai dong
3. Sebagian pelaku bid’ah mengatakan bahwa bid’ah itu hanya dalam kegiatan ibadah mahdhah (murni ibadah) seperti shalat, puasa, haji, dll. Sedangkan dalam ibadah ghayru mahdhoh (tidak murni ibadah) maka tidak ada bid’ah.
Demikian alasan mereka, namun anehnya, orang-orang yang beralasan demikian ternyata mereka juga berbuat bid’ah dalam ibadah mahdhah. Mereka melakukan shalat Raghaib, shalat Hadiah, puasa Rajab, puasa
mutih, puasa Nisfu Sya'ban, dzikir berjama’ah, Shalawat bid'ah (burdah, fatih, kamilah, badr), melafalkan niat, dll yang merupakan ibadah mahdhah.
13 Sep 2013
Keanehan Pelaku Bid'ah
11 Sep 2013
Aswaja dan Syi'ah
Kalau urusan pengakuan (klaim) sekte Aswaja dan agama Syiah yang nomor satu, klaim mereka itu ibarat dalam dunia percintaan sama seperti tukang gombal, bilang cinta...bilang sayang namun realisasinya tidak ada.
Sekarang kita lihat pengakuan agama syiah, yang katanya mengklaim cinta ahlul bait, bahkan seolah-olah hanya merekalah yang mencintai ahlul bait, namun setelah ditelusur, ternyata versi ahlul bait mereka dengan versi ahlus sunnah sangat bertolak belakang, adapun versi ahlul bait menurut syiah adalah keturunan dari Hasan dan Husein, yakni para habib, itupun kalau benar.
Sedangkan versi ahlus sunnah, mereka yang termasuk ahlul bait diantaranya keluarga Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dari sisi nasab adalah keturunan Ali, Abbas, Ja’far, Aqil (putra Abu Thalib), juga para isteri-isteri Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Sekarang kita lihat pengakuan agama syiah, yang katanya mengklaim cinta ahlul bait, bahkan seolah-olah hanya merekalah yang mencintai ahlul bait, namun setelah ditelusur, ternyata versi ahlul bait mereka dengan versi ahlus sunnah sangat bertolak belakang, adapun versi ahlul bait menurut syiah adalah keturunan dari Hasan dan Husein, yakni para habib, itupun kalau benar.
Sedangkan versi ahlus sunnah, mereka yang termasuk ahlul bait diantaranya keluarga Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dari sisi nasab adalah keturunan Ali, Abbas, Ja’far, Aqil (putra Abu Thalib), juga para isteri-isteri Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.
2 Sep 2013
Aneh Tapi Nyata
Aneh tapi nyata, ajaib tapi realita...Dan membuat orang harus bertanya-tanya, dari manakah gerangan acara selamatan kematian yang begitu masyhur dikalangan masyarakat Indonesia...!!!
Konon dalam sebuah kabar burung katanya orang yang meninggal akan terfitnah (diuji) dalam kuburnya selama 7 hari. Ada lagi gosip lainnya, bahwasanya apabila tidak diadakan selamatan kematian terhadap orang yang meninggal tersebut, maka rohnya akan gentayangan.
Sungguh sangat aneh memang tapi fakta, tatkala mereka mengaku sebagai ummatnya Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, dalam beramal ibadah rujukannya bukan kepada Al Qur'an dan Sunnah tapi dari kitab agama lain. Dan kalau kita timbang dengan Al Qur'an dan Sunnah, juga sunnahnya para Shahabat tidak ada satupun dalil yang menjelaskan atau memerintahkan untuk mengadakan ritual upacara perayaan selamatan kematian.
Konon dalam sebuah kabar burung katanya orang yang meninggal akan terfitnah (diuji) dalam kuburnya selama 7 hari. Ada lagi gosip lainnya, bahwasanya apabila tidak diadakan selamatan kematian terhadap orang yang meninggal tersebut, maka rohnya akan gentayangan.
Sungguh sangat aneh memang tapi fakta, tatkala mereka mengaku sebagai ummatnya Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, dalam beramal ibadah rujukannya bukan kepada Al Qur'an dan Sunnah tapi dari kitab agama lain. Dan kalau kita timbang dengan Al Qur'an dan Sunnah, juga sunnahnya para Shahabat tidak ada satupun dalil yang menjelaskan atau memerintahkan untuk mengadakan ritual upacara perayaan selamatan kematian.
23 Agu 2013
Mahalnya Hidayah
Pernahkah terpikirkan bahwa kita tengah berada dalam anugerah yang tiada ternilai dari Dzat yang memiliki kerajaan langit dan bumi, sementara begitu banyak orang yang dihalangi untuk memperolehnya ? Kita bisa tahu ajaran yang benar dari agama Islam ini. Tahu ini haq, itu bathil...ini tauhid itu syirik...ini sunnah itu bid'ah... Lalu kita dimudahkan untuk mengikuti yang haq dan meninggalkan yang bathil. Sementara banyak orang tidak mengerti mana yang benar dan mana yang sesat atau ada yang tahu tapi tidak dimudahkan baginya untuk mengamalkan al haq, malah ia gampang berbuat kebathilan. wal iyadzu billah…
Sebuah karunia yang besar jika Allah Tabaroka wata'ala memberikan hidayah di atas Islam dan di atas sunnah. Ia seorang muslim dan ia memahami sunnah. Dan tanda bahwa Allah Tabaroka wata'ala menghendaki kebaikan kepada seorang hamba adalah jika Allah membuat ia paham agama. Adanya kebaikan pada diri seorang hamba jika hamba itu rajin dan semangat dan mendekatkan dirinya pada Islam, kecintaan pada ilmu dan berusaha dekat kepada agama.
Sebuah karunia yang besar jika Allah Tabaroka wata'ala memberikan hidayah di atas Islam dan di atas sunnah. Ia seorang muslim dan ia memahami sunnah. Dan tanda bahwa Allah Tabaroka wata'ala menghendaki kebaikan kepada seorang hamba adalah jika Allah membuat ia paham agama. Adanya kebaikan pada diri seorang hamba jika hamba itu rajin dan semangat dan mendekatkan dirinya pada Islam, kecintaan pada ilmu dan berusaha dekat kepada agama.
15 Agu 2013
Ketemu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
Setelah buka-buka file yang ada di PC, akhirnya ketemu juga file MP3 rekaman KH. Muhammad Zaini atau yang lebih tenarnya disebut guru sekumpul yang mengatakan bertemu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat dia melakukan umroh. Nah sebelum saya menceritakan kisah seperti yang ada dalam rekaman tersebut, ada baiknya saya akan memberitahukan sedikit profil sang guru.
KH. Muhammad Zaini adalah seorang tokoh ulama yang sangat berpengaruh di Kalimantan, bahkan pengaruhnya sampai ke negeri tetangga, seperti Malaysia, Brunei Darussalam. Dan dia oleh masyarakat Kalimantan dianggap sebagai wali kutub, oleh karenanya setiap apa yang dia katakana dianggap sebuah kebenaran hakiki dan tidak ada yang berani menentangnya, karena takut kualat. Adapun nama lengkap, dan gelar dia adalah Syaikhuna al-alim al-allamah Muhammad Zaini bin Abdul Ghani. Dia dilahirkan di desa Tunggul Irang Sebrang, Martapura Kab. Banjar, Kalimantan Selatan, tanggal 11 Pebruari 1946, dia termasuk orang yang berpemahaman sufi, bahkan sangat kental sekali kesufiannya. Semasa hidupnya banyak tokoh politik, artis sampai pejabat, setiap kali berkunjung ke Kalimantan Selatan selalu menyempatkan diri menemui sang guru, ada yang minta do’a, minta jadikan anak angkat, dll. Pada akhir kehidupannya dia lebih banyak berdiam diri karena sakit-sakitan, bahkan tidak jarang harus bolak-balik Singapore untuk berobat.
KH. Muhammad Zaini adalah seorang tokoh ulama yang sangat berpengaruh di Kalimantan, bahkan pengaruhnya sampai ke negeri tetangga, seperti Malaysia, Brunei Darussalam. Dan dia oleh masyarakat Kalimantan dianggap sebagai wali kutub, oleh karenanya setiap apa yang dia katakana dianggap sebuah kebenaran hakiki dan tidak ada yang berani menentangnya, karena takut kualat. Adapun nama lengkap, dan gelar dia adalah Syaikhuna al-alim al-allamah Muhammad Zaini bin Abdul Ghani. Dia dilahirkan di desa Tunggul Irang Sebrang, Martapura Kab. Banjar, Kalimantan Selatan, tanggal 11 Pebruari 1946, dia termasuk orang yang berpemahaman sufi, bahkan sangat kental sekali kesufiannya. Semasa hidupnya banyak tokoh politik, artis sampai pejabat, setiap kali berkunjung ke Kalimantan Selatan selalu menyempatkan diri menemui sang guru, ada yang minta do’a, minta jadikan anak angkat, dll. Pada akhir kehidupannya dia lebih banyak berdiam diri karena sakit-sakitan, bahkan tidak jarang harus bolak-balik Singapore untuk berobat.
7 Agu 2013
Zakat Fitrah dengan Beras (Bukan dengan Uang)
Ada beberapa hadits yang telah membicarakan mengenai ukuran dan bentuk zakat fitrah yang diserahkan ketika menjelang Idul Fithri. Ukurannya diperintahkan satu sho', yaitu takaran antara 2,157-3,0 kg. Sedangkan bentuk zakat fitrah adalah dengan makanan pokok. Dalam hadits disebutkan dengan kurma, gandum, anggur atau keju, yaitu makanan pokok. Padahal nilai dari masing-masing makanan ini berbeda-beda. Kalau seandainya uang itu dibolehkan untuk zakat fitrah, tentu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallamakan perintahkan dengan makanan yang harganya sama jika diuangkan. Namun di sini tidak. Ini menunjukkan bahwa tidak tepat jika menunaikan zakat fitrah tersebut dengan uang.
6 Agu 2013
Ucapan Selamat di Hari Raya
Apa yang sebaiknya kita ucapkan di hari raya kita, Idul Fithri dan Idul Adha? Adakah lafzah tertentu yang diucapkan kala itu?
Perlu diketahui bahwa telah terdapat berbagai riwayat dari beberapa sahabat radhiyallahu ‘anhum bahwa mereka biasa mengucapkan selamat di hari raya di antara mereka dengan ucapan “Taqobbalallahu minna wa minkum” (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).
فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك . قال الحافظ : إسناده حسن .
Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berjumpa dengan hari ‘ied (Idul Fithri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan, “Taqobbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).” Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.[1]
28 Jul 2013
Perbedaan Antara Kondisi Dakwah pada Permulaan Islam dan Di Zaman Sekarang
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipahami oleh seorang da’i. Karena dari pemahaman tersebutlah dakwahnya kepada Allah akan berjalan, di mana sesungguhnya Allah yang menjamin keberhasilannya dan mencapai sasarannya, tanpa sikap ifrath (melampaui batas, ekstrim) dan tafriith (meremehkan).
Maka wajib atas setiap da’I memahami akan adanya perbedaan yang tegas antara zaman permulaan islam dan zaman sesudahnya. Terutama pada zaman ini. Karena semakin jauh suatu masa dari masa-masa nubuwwah, semakin tersebar penyimpangan dan kebid’ahan. Oleh sebab itu, da’I manapin pada zaman ini, yang ingin memperlakukan masyarakatnya seperti masyarakat pada awal-awal datangnya islam, adalah salah dan keliru dalam berpikir atau memilih jalan.
Maka wajib atas setiap da’I memahami akan adanya perbedaan yang tegas antara zaman permulaan islam dan zaman sesudahnya. Terutama pada zaman ini. Karena semakin jauh suatu masa dari masa-masa nubuwwah, semakin tersebar penyimpangan dan kebid’ahan. Oleh sebab itu, da’I manapin pada zaman ini, yang ingin memperlakukan masyarakatnya seperti masyarakat pada awal-awal datangnya islam, adalah salah dan keliru dalam berpikir atau memilih jalan.
26 Jul 2013
Folling Dalil Tahlilan
Beberapa waktu yg lalu Tim Sarkub bekerja sama dengan LSI (lembaga Survei Indonesia) melakukan survei atau folling dibeberapa kota di Indonesia, adapun survei tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi terhadap dalil tentang perayaan kematian (Tahlilan, red) yg akhir2 ini gencar dikritisi oleh anak2 wahabi.
Selama ini Tim Sarkub menilai anak2 Aswaja tidak kompak dalam mengambil dalil terhadap perayaan kematian tersebut, oleh karenanya diharapkan dengan adanya hasil survei ini bisa menyatukan pendapat untuk mengcounter anak2 wahabi.
Adapun sampel dalih yg di bagi kepada masyarakat Aswaja berkutat pada 3 dalih yg dianggap sama2 mempunyai kekuatan, yakni:
1. Dalam Kitab Manawa Dharma Sastra Weda Smerti hal. 99, 192, 193 yg berbunyi "Termashurlah selamatan yg diadakan pada hari pertama, ketujuh, empat puluh, seratus & seribu.
Selama ini Tim Sarkub menilai anak2 Aswaja tidak kompak dalam mengambil dalil terhadap perayaan kematian tersebut, oleh karenanya diharapkan dengan adanya hasil survei ini bisa menyatukan pendapat untuk mengcounter anak2 wahabi.
Adapun sampel dalih yg di bagi kepada masyarakat Aswaja berkutat pada 3 dalih yg dianggap sama2 mempunyai kekuatan, yakni:
1. Dalam Kitab Manawa Dharma Sastra Weda Smerti hal. 99, 192, 193 yg berbunyi "Termashurlah selamatan yg diadakan pada hari pertama, ketujuh, empat puluh, seratus & seribu.
Al-Quran Turun Pada Malam Lailatul Qadr Bukan Malam ‘Nuzulul Quran’ 17 Ramadhan (Penting!!!)
Ketika memasuki malam yang ke 17 di bulan Ramadhan sebagian kaum muslimin dan masjid-masjid mulai diadakan peringatan turunnya al-Quran pertama kali yang disebut malam peringatan Nuzulul Quran. Hal ini juga ‘terkesan’ dikuatkan dengan catatan kaki dalam “Al-Quran dan Terjemahnya” surat Adh-Dhukhan ayat 3.
إِنَّآ أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا
Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.
[1369] malam yang diberkahi ialah malam Al Quran pertama kali diturunkan. di Indonesia umumnya dianggap jatuh pada tanggal 17 Ramadhan.
Langganan:
Postingan (Atom)



.jpg)